Cari Blog Ini

Minggu, 12 Januari 2014

Perkenalkan Saya Buana

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Haii, guys. piye kabare? Semoga Allah tetep kasih kesehatan dan kesejahteraan buat para pembaca artikel ini ya.

baik, para pembaca yang Budiman . pada artikel pertama ini, saya akan sedikit memperkenalkan diri, karna ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak cinta, tak cinta maka tak sayang, dan tak sayang maka harus menyayangi (*Apa coba maksudnya -,-).

 oke.. yang saya tahu, hidup akan lebih harmoni jika kita saling mengenal. karna itulah saya mau memperkenalkan diri.dan ini sekilas biodata Pribadi saya :  

BIODATA

Nama : Buana Prasetya TTL : Jakarta, 5 Juli 1994
Alamat : Jl. Jelambar Timur No. 55 Rt 011/09 Kel. Jelambar, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat Agama : Islam
Minat dan Bakat : Main Futsal, Main Badminton, main Burung (*burung beneran),wirausaha, dan Diskusi.
Makanan : Lele Bakar, Mie goreng & Rebus, Roti Bakar.
Minuman : Susu Jahe, Susu Soda, Susu ituan (*L-Men), Es teh Manis *anget.
Aktivitas : Kerja, Kuliah, Keliling2, Ketawa.
Aktivitas Paling di Suka : Bermunajat Pada Allah SWT. Aaammiin..
Organisasi : Osis Smkn 17, Rohis Smkn 17, Ishlah 17.
Pendidikan : SDN 04 pt, Smpn 83 Jakarta, Smkn 17, Universitas Pamulang (Study).  



               BIOGRAFI
Seorang anak Bernama Buana Prasetya, *kenapa di namakan Buana? apa terinspirasi dari binatang buaya? - tentu bukan, konon nama Buana ini di bilang nama keramat, karna arti dari kata Buana adalah Dunia / Jagad / Semesta. dan kata Prasetya memiliki arti wajah setia. jadi saya ini bukanlah seorang buaya, saya ini tipe cowo setia (*benerin kerah). dan nama Buana Prasetya adalah pemberian dari sang kakek. jadi kalau di gabungkan dua kata tersebut (Buana) & (Prasetya) menjadi (wajah setia Dunia). mungkin ini adalah doa dari sang kakek, agar saya bisa menjadi penyokong dan memperbaiki dunia. ada juga yang mengatakan berarti kakek saya mengharapkan saya untuk mikir tentang Dunia terus? - buat saya Dunia itu adalah jembatan, *jembatan kemana? - jembatan menuju tempat terakhir. di tempat terakhir, kita perlu banyak bekal, kita perlu banyak persiapan. supaya enggak teraniyaya sama makhluk sana (neraka). kembali kepada nama, bahwa Buana Prasetya memiliki arti dan doa yang baik, saya di lahirkan oleh seorang ibu yang buat saya sangat cantik, sangat langsing (*padahal lebar), dan sangat sederhana, namanya Uripah. juga seorang ayah yang berjuang menafkahi saya yaitu Ali topan. dan memiliki seorang adik centil, bawel, ribet bernama Titania Aprilianti panggil ajah Nia.

Jangan Liat Ondel - ondelnya yah




Bisa di bilang enggak ada yang mewah dari keluarga ini, tapi dengan kesederhanaan ini saya merasa terdidik untuk hidup mandiri dan penuh perjuangan, ayah saya adalah seorang mandor bangunan. mungkin dari ayah-lah saya memiliki bakat dalam memimpin. semenjak kelas 1 SD saya sudah menjadi ketua kelas, jujur itu bukan kemauan sendiri melainkan hukuman karna pada saat itu saya sering bercanda. tapi pada kenyataannya saya menikmati jabatan itu, bahkan sampai kelas 5 SD posisi ketua kelas masih saya pegang. dan akhir nya di kelas 6 saya harus lengser karna sang guru meminta untuk wanita yang memimpin. alasannya karna wanita lebih rapih, lebih telaten. dan gak mungkin saya ganti kelamin hanya untuk jadi ketua Kelas. dengan lapang dada saya serahkan kekuasaan saya (*kalah Pak Suharto) kepada wanita itu.

masuk pada masa SMP yang kata ibu saya itu singkatan dari Sekolah mencari Pacar (*ngakak), bakat saya sebagai pemimpin mulai terpendam, karna mulai dari kelas 1 sampai kelas 3 saya hanya duduk sebagai anggota. tetapi saya mencoba untuk mengasah bakat yang lain, apa itu ? yaa bakat yang harusnya di miliki banyak orang, yaitu bersosialisasi, saya ini tipikal orang yang humoris, saat kelas 1 smp saya lebih sering melawak, bahkan sampai di depan kelas. dan dengan itu teman teman munyakai gaya saya. sangat membantu ketika banyak orang mulai peduli sama kita, tanpa adanya orang - orang di sekitar kita maka kita akan menjadi orang yang terpuruk pada kesendirian. selain bersosialisasi saya juga mengasah bakat dengan berdagang. lihat !! mulai dari SMP saya sudah mencoba untuk berjualan, mulai dari merental kaset DVD (*bukan Blue Film ya), dagang kue dan lain lain. dari sinilah saya merasa memiliki bakat baru, dan bakat ini saya simpan sampai masuk pada bangku SMK. tapi sebelum masuk ke masa SMK saya ingin bercerita tentang lingkungan saya, di mana dari lingkungan ini awal mula saya menjadi seperti sekarang ini.

Awalnya suatu hal mengharuskan saya dan keluarga pindah dari rumah yang sekarang saya tinggali, setalah mencari cari tampat akhirnya dapat juga. tempat itu berlamatkan di Jl. jelambar 4, kata orang itu daerah komplek Bro. engga kebayang ternya bisa juga tinggal di komplek. pasti bakal ketemu sama orang - orang kaya, seneng banget bisa tinggal di rumah komplek yang bagus dan luas, pasti bakal ketemu sama cewek cewek komplek, dan pernah berharap juga bisa dapet jodoh orang komplek, hahaha (*ngarep). namun ternyata khayalan hanya menjadi khayalan, kami mendapatkan rumah singgahan dari Bos ayah, yang katanya rumah itu sudah di beli dan mau di proses beberapa tahun lagi, dan kita di kasih kesempatan buat tinggal di sana untuk sementara. rumahnya terlihat tua, kotor dan berantakan. itu karena memang rumah itu sudah gak di urus sejak beberapa tahun lalu. dan kami sekeluarga gotong royong memberisihkan rumah itu sampai menjadi layak untuk di tinggali. setelah semua proses selesai mulailah kami tinggal di rumah itu, beberapa hari terlewati gak ada kesan, karna ternyata daerah komplek itu sepi, enggak ada aktifitasi anak anak main di luar rumah, enggak ada ibu ibu ngerumpi sambil bikin pita. yang ada cuma kendaraan yang berlalu lalang di jalan. harapan yang saya impian jadi sia sia jadinya. merasa bosan saya mencoba untuk berkeliling komplek dan akhirnya saya menemukan masjid yang cukup besar, memiliki halaman parkir yang luas, ada dua pohon jambu, ada lapangan badminton pula. dari sini saya berpikir, dari pantauan saya rata rata yang tinggal di daerah komplek ini adalah orang - orang non muslim, tapi kenapa ada masjid seluas ini. makin saya telusuri masjid itu, dan kemudian terlihatlah anak - anak muda seumuran saya sedang kumpul kumpul di masjid itu. awalnya saya ingin mencoba berbaur, tapi masih malu. dan ahirnya saya memutuskan untuk kembali ke rumah. beberapa hari kemudian, ibu saya menawarkan saya untuk mengaji, karna ibu saya baru saja berbincang bincang dengan tetangga yang ternyata ayahnya menjadi ketua di masjid yang kemarin saya datangi. semangat saya menggelora, darah ini berguncang kencang, raga ini menguat meneriakan merdeka merdeka (*lebay), saya sangat cinta dengan kegiatan keagamaan, dan saya menerima tawaran ibu saya. dan ceritanya baru di mulai dari sini. :D

ini, hari bersejarah buat saya (*lebay), ternyata ketika saya mulai mengaji di sini banyak sekali teman yang saya dapat, berikut dengan tingkah konyol mereka. ada seorang anak bernama fadhel gayanya lucu, yang kalo bahasa sekarang itu di sebut ngondek, atau agak kecewean. selama ngaji di sana, saya sering banget ngejailin dia, dan gak cuman saya, tapi teman teman yang lain juga. bahkan pernah ayahnya datang ke masjid buat negur kita. panik bukan main pas di panggil sama ayahnya fadhel, karna waktu itu kita masih anak anak smp, yang harus ngadepin orang dewasa dan ngurusin perkara yang menurut kita masalah besar, akhirnya saya dan salah seorang teman saya ngadep ke ayahnya fadhel, hati gemetar, kaki kesemutan, tangan keliweran, pala pening (*lebay) pokoknya campur aduk. saat itu saya ngebayangin bakal dapet satu pukulan, tapi ternyata saat ayahnya fadhel ngomong ke kita, baru ilang semua rasa itu. tau kenapa? karena bapaknya juga sama sama ngondek. kita ketawa dalem hati, tapi kita ngaku salah, kita dengerin nasehatnya, kemudian minta maaf.

dan beberapa teman saya yaitu Agung (bejo), Miji (Njie), dan Rama. nah disini yang paling kecil itu si Agung, biasa kita nyebut si agung itu bejo. karena menurut kita, si Agung itu orang bejo atau beruntung. oiya di daerah komplek ini anak anak yang sering ngumpul biasanya dapet nama samaran, contoh si agung jadi Bejo, bahkan saya sendiri dapet nama samaran. saya sering di panggil Abud, sejarahnya panjang. ada yang bilang itu singkatan dari anak budiman, bukan berarti nama bapak saya budiman. tapi memang saat itu saya terkenal sebagai anak yang berbudi (*sisir rambut pake tangan). ya iyalah namanya juga anak baru, pasti sikapnya baik baik ajah, wajar kalo di sebut anak yang berbudi. nah yang kedua ada yang bilang nama abud itu singkatan dari Wan Abud orang arab yang terkenal itu. jadi di komplek itu anak yang terkenal rajin ibadah dan ngajinya saya, itu kata orang, tapi menurut saya, masih banyak yang lebih rajin dan lebih pandai. dan alasan lain ketika saya nanya ke teman saya perihal nama Abud karna saya juga sering ceramahin anak anak situ, "Ceramah ajah lu, kaya orang Arab" dan akhirnya berlaku-lah gelar wan abud untuk saya.

Bersama Agung(bejo) , dan Miji (Njie)


Kita berempat ini jadi pioner pemuda masjid di sana , yang kegiatannya ngebantu marbot masjid nyiapin sajadah untuk sholat jumat. rajin banget kan kita? hehehe... sebenernya sih engga rajin juga. kita biasa ngerapihin sejadah itu setiap jumat, dan rutin. pertanyaannya kenapa kita mau? - Lah iya, kan tadi jadi pioner masjid katanya. - #tetot.. jawabanya kurang tepat, ada satu hal yang jadi tujuan kita, dan saya harap ini tidak menjadi contoh para pembaca. biasanya setelah selesai jumatan para ustad selalu menghitung pemasukan tromol / kotak amal masjid, dan menyisihkan sebagian untuk para relawan masjid seperti kami. nah itu yang jadi tujuan kita, supaya dapet tambahan jajan. biasanya kita dapet 5rb perorang, dan sering kita pake untuk tanding Playstation. hehehe... kebongkar deh (*usap kepala belakang). tapi lambat laun kita makin mengerti, bahwa ada hal yang lebih bernilai dari uang, yaitu pahala dan balasan dari Allah SWT.

selain ber-empat, kita juga punya teman - teman lain, seperti Bayu (bebek), Febri (Bonge) , Andri (Ending), dan Malik. nah di antara empat teman ini , Andri lah yang rumahnya paling jauh. dia tinggal di Bogor, tapi kalo musim libur, dia sering main ke sini. Andri yang juga sepupunya Bayu ini, orangnya seru, asik dan suka tantangan, dan seperti yang tadi saya katakan bahwa hampir setiap anak punya julukan masing - masing. panggil kata Ending nya pake logat malaysia ya, jangan pake logat Batak. kemudian Malik jadi anak tertua waktu itu. biasanya saat ramadhan , setelah sahur dan sehabis sholat shubuh, kita berbondong-bondong main kerumah dia. di rumahnya banyak wahana yang mengyenangkan, ada Halilintar, ada roller coster, (*lebay) bohong ya. di rumah dia ada playstation 2 dan laptop, yang pada jaman itu (2006) nge-Hits banget buat anak - anak muda. pokoknya kalo udah main kerumahnya malik gak inget waktu, tau tau udah jam 5 sore ajah. pulang - pulang tinggal buka puasa. he he he... dan dua sahabat saya si Bayu dan Febri juga orang yang keren dan kece. selain penampilan dan penampakannya yang ganteng mereka juga jago bermusik.

Jadi, di komplek inilah saya mulai berkembang, di masjid inilah saya bersosialiasi dan belajar. dengan mengikuti pengajian itu saya punya banyak ilmu tentang agama, bisa jadi keteguhan saya terhadap Islam juga berawal dari sini, yang Alhamdulillah sampai sekarang saya tetap semangat dalam belajar agama. di pengajian itu, pertama kalinya saya belajar huruf Tadjiwd, pertama kalinya saya mendapatkan kisah kisah nabi dan sahabat, pertama kalinya saya belajar fiqh. dan orang besar bilang. 
yang pertama itu adalah yang penuh dengan kenangan, dan akan susah untuk di lupakan.
dari tempat ini, saya jadi punya banyak kisah hidup baru, mulai dari petualangan, impian dan kepemimpinan.
nantinya saya akan mencoba, share kisah kisah itu dalam artikel yang lain.
semoga bermanfaat dan ikutin terus kisah kisah saya ya...

Thank's Guys...
Jazakumullah..